Penipu kini bisa meniru suara anak, orang tua, atau atasan Anda dengan bantuan kecerdasan artifisial (AI). Modus penipuan voice cloning ini biasanya diawali telepon panik yang meminta uang segera, misalnya untuk biaya rumah sakit atau urusan kantor yang mendesak.
Panduan ini menjelaskan cara kerja modus tersebut, tujuh cara memastikan penelepon benar orangnya, batasan teknologi pendeteksi, dan langkah melapor bila sudah telanjur mentransfer.
Seberapa sering penipuan digital terjadi
Penipuan digital sudah menjadi kejadian sehari-hari. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut 65% warga Indonesia menerima percobaan penipuan setidaknya sekali seminggu, lewat SMS, surel, WhatsApp, dan media sosial, seperti dilaporkan Bisnis.com.
Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mencatat kerugian akibat penipuan mencapai Rp9,1 triliun dari 432.637 laporan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) hingga 14 Januari 2026. Mafindo juga menyebut modus AI, peniruan suara, dan *deepfake* makin sering dipakai.
Laporan ke IASC terus bertambah. Menurut Katadata, IASC menerima 548.093 laporan sejak November 2024 hingga 29 April 2026. Artinya, setiap hari ada ratusan warga yang melapor menjadi korban penipuan digital.
Cara kerja penipuan voice cloning dan deepfake
*Voice cloning* atau peniruan suara memakai AI untuk mempelajari ciri suara seseorang dari rekaman. Rekaman bisa diambil dari video di media sosial, pesan suara, atau panggilan telepon sebelumnya.
Setelah suara tiruan siap, penipu menelepon korban dengan cerita mendesak. Pola yang sering dipakai adalah kecelakaan, ditahan polisi, tagihan rumah sakit, atau perintah atasan untuk segera mentransfer dana.
*Deepfake* bekerja serupa untuk video. Wajah dan suara seseorang ditiru dalam panggilan video singkat, biasanya dengan kualitas gambar yang sengaja dibuat buruk agar kejanggalan tidak terlihat.
Penipu sering memadukan teknologi ini dengan data pribadi yang bocor. Mereka tahu nama anggota keluarga, tempat kerja, atau kebiasaan korban, sehingga ceritanya terdengar meyakinkan.
7 cara memastikan penelepon asli
Kunci menghadapi penipuan voice cloning adalah tidak mengandalkan suara sebagai bukti. Gunakan langkah verifikasi yang tidak bisa ditiru AI.
- Tutup telepon, lalu hubungi balik. Telepon orang tersebut ke nomor yang sudah tersimpan di kontak Anda, bukan ke nomor yang baru menelepon.
- Pakai kata sandi keluarga. Sepakati satu kata atau pertanyaan rahasia yang hanya diketahui keluarga inti, dan jangan pernah menuliskannya di media sosial.
- Ajukan pertanyaan pribadi yang tidak ada di internet. Misalnya nama hewan peliharaan masa kecil atau kejadian keluarga yang tidak pernah diunggah.
- Hubungi orang ketiga. Tanyakan kabar lewat pasangan, saudara, atau rekan kerja orang yang disebut sedang dalam masalah.
- Waspadai desakan waktu. Penipu selalu meminta keputusan cepat. Permintaan "jangan bilang siapa-siapa" adalah tanda bahaya.
- Periksa rekening tujuan. Rekening atas nama orang lain atau perusahaan yang tidak dikenal hampir selalu berarti penipuan.
- Untuk urusan kantor, ikuti prosedur tertulis. Transfer dana perusahaan harus melalui persetujuan resmi, bukan perintah lisan lewat telepon atau video.
Simpan daftar ini dan bagikan kepada orang tua serta anggota keluarga yang lebih rentan. Lansia sering menjadi sasaran karena dianggap kurang akrab dengan modus digital.
Batasan teknologi pendeteksi dan risiko privasi
Beberapa aplikasi mengklaim bisa mendeteksi suara buatan AI. Namun, teknologi pendeteksi belum bisa diandalkan sepenuhnya, terutama untuk panggilan telepon yang kualitas suaranya rendah.
Karena itu, prosedur verifikasi manusia tetap menjadi perlindungan utama. Alat pendeteksi boleh dipakai sebagai lapisan tambahan, bukan pengganti.
Kurangi juga bahan yang bisa dipakai penipu. Batasi video atau pesan suara yang bisa diakses publik, dan atur akun media sosial keluarga menjadi privat bila memungkinkan.
Data pribadi yang bocor memperkuat penipuan. Pelajari hak Anda atas data pribadi di artikel dampak UU Satu Data bagi layanan, dan cara perusahaan menata penggunaan AI di artikel tata kelola AI di kantor.
Tanda-tanda suara atau video palsu
Walau tidak bisa diandalkan sepenuhnya, beberapa tanda patut dicurigai. Suara terdengar datar, jeda bicara tidak wajar, atau penelepon menghindari pertanyaan spesifik.
Pada panggilan video, perhatikan gerak bibir yang tidak sinkron dengan suara, wajah yang tampak kaku, atau kamera yang tiba-tiba dimatikan dengan alasan sinyal buruk. Penipu juga sering beralasan sedang memakai ponsel orang lain.
Bila menemukan salah satu tanda ini, hentikan percakapan dan lakukan verifikasi lewat jalur lain. Lebih baik dianggap terlalu berhati-hati daripada kehilangan uang.
Bila sudah telanjur mentransfer
Bergerak cepat adalah hal terpenting. Semakin cepat bank menerima laporan, semakin besar peluang dana di rekening penipu masih bisa ditahan.
- Hubungi layanan pelanggan bank Anda dan minta pemblokiran rekening tujuan.
- Laporkan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dikelola OJK bersama industri keuangan.
- Buat laporan polisi dan simpan nomor laporannya.
- Kumpulkan bukti: tangkapan layar percakapan, rekaman, nomor telepon, dan bukti transfer.
Langkah rinci soal bukti dan cara melapor ada di panduan melapor penipuan transfer.
Menyiapkan keluarga sebelum ada kejadian
Kesepakatan keluarga lebih efektif bila dibuat sebelum ada kejadian. Ajak anggota keluarga berbicara singkat tentang modus ini dan sepakati langkah yang akan diambil bila menerima telepon mendesak.
Tentukan kata sandi keluarga dan siapa yang dihubungi untuk memastikan kabar. Pastikan orang tua dan anak remaja tahu bahwa mereka boleh menutup telepon tanpa merasa tidak sopan.
Lakukan latihan sederhana, misalnya bertanya "kalau ada telepon minta transfer, apa yang kamu lakukan?". Latihan seperti ini membantu orang tetap tenang ketika kejadian sebenarnya datang.
Bagi perusahaan: prosedur anti-penipuan
Penipu juga menyasar karyawan bagian keuangan dengan menirukan suara direktur atau atasan. Kerugian di kantor biasanya jauh lebih besar daripada di rumah tangga.
Perusahaan sebaiknya menetapkan aturan tertulis bahwa setiap transfer di atas nilai tertentu wajib disetujui dua orang dan dicatat di sistem. Perintah lisan lewat telepon atau video tidak cukup, siapa pun yang meminta.
Tetapkan juga nomor atau kanal resmi untuk konfirmasi. Karyawan yang menunda transfer demi verifikasi harus dilindungi, bukan ditegur, agar budaya hati-hati tumbuh.
Latih karyawan secara berkala dengan contoh modus terbaru. Visa Indonesia, seperti dikutip Bisnis.com, menyebut ancaman berbasis AI sebagai salah satu prioritas keamanan pembayaran digital.
Kesalahan yang membuat korban mudah tertipu
Kesalahan pertama adalah merasa "tidak mungkin tertipu karena suaranya persis". Teknologi peniruan suara saat ini memang dibuat agar terdengar persis.
Kesalahan kedua adalah malu bertanya atau melapor. Banyak korban menunda laporan karena malu, padahal waktu sangat menentukan.
Kesalahan ketiga adalah mengunggah terlalu banyak informasi keluarga, termasuk nama sekolah anak dan jadwal perjalanan. Informasi ini membantu penipu menyusun cerita yang meyakinkan.
Penipuan voice cloning akan semakin canggih, tetapi langkah pencegahannya sederhana. Biasakan menutup telepon dan menghubungi balik, sepakati kata sandi keluarga hari ini, dan jangan pernah mentransfer dana hanya karena suara yang terdengar akrab.



